Ulang Tahun Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau Terkenal dengan Panggilan Gus Mus

Masyarakat Semarang dan sekitarnya bahkan dari berbagai pelosok Indonesia termasuk Kepala Instansi Pemerintah dan Kepala Daerah berduyun duyun datang di Klenteng Sam Poo Kong di Semarang. Pada malam ini, Rabu 14 Agustus 2019, Gus Mus didatangi ribuan orang santri, seniman, profesional, pengusaha, pejabat, dll. Dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hadir Prof. Dr. Mahfud MD,

Masyarakat Semarang dan sekitarnya bahkan dari berbagai pelosok Indonesia termasuk Kepala Instansi Pemerintah dan Kepala Daerah berduyun duyun datang di Klenteng Sam Poo Kong di Semarang.

Pada malam ini, Rabu 14 Agustus 2019, Gus Mus didatangi ribuan orang santri, seniman, profesional, pengusaha, pejabat, dll. Dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hadir Prof. Dr. Mahfud MD, dan Dr (HC). Sudhamek Dewan Pengarah, Romo Benny Susetyo Staf Khusus dan Dr. Karjono Atmoharsono Sestama BPIP. Kesemuanya untuk turut bersyukur dan memanjatkan doa atas Ulang Tahun Gus Mus yang ke-75.

Gus Mus adalah oase, selalu menyejukan hati dalam segala situasi. Gus Mus menyebut para hadirin sebagai guru-gurunya.

Selain dari BPIP tampak hadir pada Ultah Gus Mus: Sinta Nuriah, Susi Pujiastuti, Ganjar Pranowo, Butet, Zawawi Imron, Sutarjo Calozum Bachri, Ratih Sang, Romo Muji Sutrisno, pelukis Joko Susilo, Joko Pekik, Djafuk, Gus Yusuf Chudori, guru sekolah dasar Gus Mus, Yi Muhammad Ramli, dll

Acara yang digelar oleh berbagai unsur masyarakat dan juga tempatnya acaranya memberikan informasi kepada kita bahwa Gus Mus hidup tidak hanya dalam “gelombang” pesantren dan Nahdlatul Ulama, tapi juga lintas identitas dan golongan.

Hari ini, spektrum yang luas dari kehidupan Gus Mus menjadi sangat penting di tengah sebagian masyarakat menonjolkan identitas kelompoknya di tengah tumbuhnya “perumahan muslim”, di tengah menguatnya cara berpakaian menjadi penanda siapa yang paling Islam. Di sinilah, kita wajib bersyukur atas kesehatan dan umur panjang Gus Mus.

Gus Mus lahir pada tanggal 10 Agustus 1944 adalah sosok Kiai yang dianugerahi banyak hal, kepandaian berbicara, menulis dalam berbagai bentuk, melukis, berbahasa, hingga kemampuan membaca cerpen dan puisi di muka umum. Komplit sekali, bukan saja untuk ukuran golongan ulama, tapi juga untuk ukuran orang pada umumnya.

Kemampuan ini membuat Gus Mus dikenal luas dan memiliki daya adaptasi dengan segala zaman dan situasi.
Dan ini yang terpenting, kemampuannya melintasi banyak disiplin ilmu memperlihatkan kepada kita bahwa Gus Mus adalah manusia pembelajar. Dan sepertinya, feneomena Gus Mus ini menjadi orang pesantren yang menulis dalam “aksara latin”.

Selamat ulang tahum ke-75 Gus Mus semoga selalu diberikan nikmat sehat dan panjang umur agar bisa menemani kami bangsa Indonesia, mengawal perjalanan bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat, guyup rukun. Kami adalah santri-santri Gus Mus meskipun Gus Mus menyebut kami sebagai guru-gurunya.

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE