Romo Benny: Demokrasi Bukan Menang-menangan Mutlak

Romo Benny: Demokrasi Bukan Menang-menangan Mutlak

Jakarta – Demonstrasi berujung kericuhan yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah kota di Indonesia, sepertinya membuat geram Antonius Benny Susetyo. Pria yang biasa dipanggil Romo Benny mengatakan bahwa aksi ini bukan lagi bagian dari proses demokrasi. “Ini adalah satu kecenderungan untuk menghancurkan demokrasi di Indonesia,” kata Romo Benny di Plasa Semanggi, Jakarta, Senin (30/9/2019) malam.

Jakarta – Demonstrasi berujung kericuhan yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah kota di Indonesia, sepertinya membuat geram Antonius Benny Susetyo. Pria yang biasa dipanggil Romo Benny mengatakan bahwa aksi ini bukan lagi bagian dari proses demokrasi.

“Ini adalah satu kecenderungan untuk menghancurkan demokrasi di Indonesia,” kata Romo Benny di Plasa Semanggi, Jakarta, Senin (30/9/2019) malam.

Dalam dua minggu terakhir, Indonesia memang dilanda banyak demonstrasi. Baik di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Mayoritas menyuarakan penolakan sejumlah RUU yang kontroversial, kecuali warga Papua yang protes terhadap rasisme.

Pada titik tertentu, menurut rohaniawan Katolik tersebut, ia mengapresiasi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa, sebagai bentuk demokrasi. Namun, jika itu sudah sampai bertindak anarki, bukan lagi bagian dari demokrasi.

Lelaki yang juga anggota Staf Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu mengatakan, pihak Kepolisian harus bertindak tegas dengan aksi-aksi tersebut.

“Polisi harus bertindak tegas dan keras. Karena kalau demonya anarkis dan merusak, itu sudah tidak dapat dibenarkan. Ini (demonstrasi dan kerusuhan) adalah sesuatu yang harus kita pisahkan. Ini ada satu kecenderungan untuk menghancurkan demokrasi di Indonesia.” imbuhnya.

Dialog harus menjadi solusi. Dalam dialog, jangan sampai ada pemaksaan dengan cara kekerasan.

“Kita harus yakin. Ini hanya kerjaan segelentir orang. Masyarakat Indonesia itu cinta damai. Ingin Indonesia maju dan memiliki peradaban. Maka, kita harus sadar bahwa demokrasi tidak boleh hancur untuk kepentingan sesaat. Demokrasi yang berdasarkan Pancasila itu yang menjunjung tinggi yaitu proses supremasi sipil.” tutur Romo Benny.

sumber: beritagar.id

BPIP
ADMINISTRATOR
PROFILE