Deputi Pengkajian dan Materi Paparkan Pokok-Pokok Pikiran GBHIP di Internal BPIP

Deputi Pengkajian dan Materi Paparkan Pokok-Pokok Pikiran GBHIP di Internal BPIP

(Jakarta, 10 September 2019) – “Sesuai amanat Peraturan Presiden  Nomor 7 Tahun 2018, Kedeputian Pengkajian dan Materi BPIP telah menyelesaikan rancangan dokumen Garis Besar Haluan Ideologi Pancasila (GBHIP), yang selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden RI”, demikian disampaikan Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Prof Dr. Adji Samekto S.H., M.Hum dalam acara diskusi kajian internal pada 9

(Jakarta, 10 September 2019) – “Sesuai amanat Peraturan Presiden  Nomor 7 Tahun 2018, Kedeputian Pengkajian dan Materi BPIP telah menyelesaikan rancangan dokumen Garis Besar Haluan Ideologi Pancasila (GBHIP), yang selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden RI”, demikian disampaikan Deputi Pengkajian dan Materi BPIP Prof Dr. Adji Samekto S.H., M.Hum dalam acara diskusi kajian internal pada 9 September 2019 dan dipandu oleh Direktur Pengkajian Materi Dr. Moh. Sabri.

“Dokumen GBHIP yang rancangannya telah selesai ini selanjutnya akan disampaikan oleh Dewan Pengarah kepada Presiden, segera setelah dilakukan proses akseptasi melalui beberapa diskusi terpumpun dengan Kementerian dan Lembaga serta pakar,” demikian ditambahkan Prof. Adji.

Menurut Prof Adji, pesan utama GBHIP adalah pernyataan bahwa Pancasila adalah penuntun tingkah laku warga Indonesia agar selalu berada dalam koridor nilai-nilai Pancasila. Selain itu, Pancasila adalah dasar negara, pandangan hidup (weltanschauung) serta ideologi negara, yang nilai-nilainya harus diwujudkan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

“Untuk mencapai hal itu, maka nilai-nilai Pancasila dijadikan landasan nilai untuk mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan,” tandas Prof. Adji.

GBHIP memuat pokok-pokok pikiran Pancasila yang memuat: Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara; Nilai-nilai dalam Pancasila; Sendi Pokok Pancasila; Empat upaya untuk mewujudkan masyarakat Pancasila (Catur Upaya Pancasila) dan pemahaman tentang Demokrasi Pancasila, yang didasari semangat gotong royong untuk menciptakan keadilan sosial.

Untuk membangun keyakinan tentang kebenaran nilai-nilai Pancasila, langkah yang penting dilakukan secara mendasar adalah melakukan objektifikasi atas nilai-nilai Pancasila. Objektifikasi adalah proses untuk membuktikan tentang kebenaran nilai-nilai Pancasila untuk kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Objektifikasi merupakan langkah untuk menghindarkan kesan keliru bahwa pengarus-utamaan Pancasila di era kekinian hanya dilatarbelakangi agenda politik. Hal seperti itu yang dihindari melalui upaya objektifikasi.

Agar Pancasila dan GBHIP nantinya dapat dibaca dan dipahami oleh khalayak yang lebih luas, disarankan agar GBHIP nantinya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

BPIP
ADMINISTRATOR
PROFILE